https://static1.freebitco.in/banners/728x90-3.png

Rabu, 28 November 2018

Linda : Mari menjadi kohati mar'atusholehah

Foto : Linda Kader HMI Wati Cabang Barru
Linda kader Hmi komisariat STIA Algazali Barru yang baru saja mengikuti pelatihan kader khusus kohati atau Penataran kohati yang dilaksanakan oleh Hmi cabang Majene memberikan kesan tersendiri dalam mewarnai perjalanan kemuslimahan serta pengetahuan yang begitu luas selama ini terbendung serta menurutnya masih samar.

Pasca mengikuti training tersebut ada hal yang begitu menarik disaksikan dalam kehidupan muslimah, yang selama ini hanya menempatkan wanita sebagai manusia kelas kedua, menurut linda ternyata amat banyak peran wanita dalam mewujudkan tatanan masyarakat hingga sampai kehidupan bernegara selalu menjadi perhatian khusus dengan ide gagasan yang tidak sedikit dimotori oleh kaum wanita.

Saya bersama saudara saya Asrah mengikuti Penataran kohati dimajene tidak lain karena panggilan jiwa, hampir 5 jam perjalan menggunakan motor roda dua, tidak ada yang salah dengan menjadi kohati, hal ini insya Allah membulatkan komimen diri untuk menjadi Mar'atusholehah. kami kemudian mengharap semoga teman-teman terus termotivasi, serta mengikuti training seperti ini, khusunya Kader Hmi wati cabang Barru.

Kedepan Insya Allah kami akan melaksanakan kegiatan serupa di Cabang Barru, sehingga nantinya hal ini mendorong untuk dilaksanakan Musyawarah Kohati, dan menjadikan Kohati sebagai lembaga semi otonom Hmi. Tutup Linda.

Formasi jilid II Mendesak KEJATI mengusut tuntas kasus korupsi di Barru

Foto 1: Rudy kahar di Nomnom cafe (28/11)
Formasi jilid II Mendesak KEJATI mengusut tuntas kasus korupsi di Barru

Hal ini di sampaikan langsung oleh Bung Rudy selaku penanggung jawab Forum Masyarakat Anti Korupsi Barru kepada Pers.

“Kami mendesak pihak Kejati untuk serius mengusut tuntas kasus dugaan korupsi, termasuk dugaan korupsi yang ada di Kabupaten Barru dan kasus 22 Unit Mobil DPRD Barru yang belum ada kesimpulan” Kata Rudi.

Rudy yang juga mantan aktivis UMI berharap agar kiranya pihak kejaksaan tidak pandang bulu dalam mengusut kasus dugaan korupsi di kabupaten Barru

Selain itu Rudy juga berharap agar pihak kejati segera menuntaskan kasus Mobil DPRD belum jelas penyelesaian yang pengadaan dan pengembaliannya tidak ada kesimpulan

“Kasus mobil telah lama di limpahkan dikejaksaan namun kasus tersebut mandek dan belum terproses oleh Pihak Kejati"

“Kasus tersebut sudah hampir 2 tahun bergulir namun sikap penegak hukum belum menunjukkan keseriusan dalam menuntaskannya"

Diketahui kasus  ini menelan anggaran sebesar Rp4,4 Miliar, dari hasil tersebut tidak jelas peruntukan dan penyelesaiannya, dikarenakan mekanisme yang keliru serta pengembalian tanpa adanya kesimpulan yang membuat masyarakat bingung.

Sederhananya, bahwa setiap pelanggaran hukum yang menggunakan uang negara maka patut diduga terdapat tindak pidana didalamnya. namun hingga kini kasus tersebut masih di tutupi tanpa penyelesaian, kita hanya perlu transparansi para penegak hukum, tutup Rudy. (Rgb/iqb)

Warga Barru Keluhkan Sapi Berkeliaran di Alun-alun

Foto : Sapi Berkeliaran bebas pada malam hari di Alun-alun Colliq pujie (28/11)

Sepekan terakhir ini, warga pengunjung Alun-alun colliq pujie Kabupaten Barru  mengeluhkan sapi  yang berkeliaran pada malam hari, Salah satunya sering terlihat di sepanjang jalan AP. Pettarani.

Suri mengatakan,  kami mengeluh sapi-sapi tersebut karena dibiarkan berkeliaran dan memakan tanaman warga. Dan bukan itu saja, menurutnya keberadaan sapi yang terkesan dipelihara dengan cara dilepas ini juga mengganggu lalu lintas kendaraan, di jalan Pettarani Barru.

”Bagi yang punya tolong diakui sapi ini milik siapa, dan di ternak baik baik” ucap suri rabu (28/11). Karena lanjutnya,  sampai sepekan terakhir ini sapi-sapi tersebut tidak ada yang mengaku siapa pemiliknya, dan keberadaan sapi ini sudah merugikan, karena memakan tanaman warga.
Foto 2: Sapi di sekitar taman rumput dekat  lampu sorot.

”Selain itu keberadaan binatang ternak ini juga mengganggu kenyaman warga karena dari kotorannya di Alun-alun yang di tentunya berbau,” tambah Suri

Dianggap tidak ada tuannya Atas pernyataan ini, banyak tanggapan agar yang memiliki sapi segera dipelihara atau dikandangkan. Selain itu ada juga yang menanggapi apabila tidak ada yang mengakuinya, sapi ini sepertinya sengaja dilepas kalau menghampiri tengah malam, Permasalahan sapi ternak yang dibiarkan berkeliaran ini juga dikeluhkan di  beberapa titik bahkan ada yang hampir tertabrak oleh pengendara motor dan mobil.Sapi- sapi tersebut juga masuk ke are perumahan sekitar yang jumlahnya diperkirakan ratusan ekor. (Ab/uts)

Minggu, 25 November 2018

SAMSURYADI Al Barru minta DPRD Barru cabut penolakan Pembangunan Stadion Ramang

Foto : Samsuryadi sebagai pembaca doa pada Dialog Publik Gappembar (24/11)

SAMSURYADI Al Barru minta DPRD Barru cabut penolakan Pembangunan Stadion Ramang

Enam fraksi yang kompak menolak pembangunan Stadion yang bakal menjadi kebanggaan Barru bahkan Sulawesi Selatan.

Samsuryadi, Ketua HMI MPO Sulselbar ini menyayangkan hal itu, padahal menurutnya Stadion itu sangat didambakan  masyarakat sesuai janji Bupati Barru dalam sambutannya di setiap kegiatan kepemudaan dan olahraga.

Iya menyebut  pembangunan Stadion tidak hanya sebagai ikon macan bola internasional asal Barru Ramang dan Stadion itu juga bakal bernama Stadion Ramang.

Ramang salah satu atlit dimasa hindia belanda yang turut mengharumkan nama bangsa, dan juga sebagai pencetus Rapat pemuda lewat sepak bola, di zamannya para pemuda pejuang pusing mencari tempat untuk rapat perlawanan terhadap penjajah karena setiap rapat ada yang mengrebek, dan ramang memulainya dengan rapat sambil memainkan bola bersama para pejuang di masa itu. Jejak historis ramang juga pernah mewakili Hindia Belanda dalam Piala dunia tahun 30an.
Tahun 2018 Suardi saleh Bupati Barru merencanakan membuat stadion bernama ramang namun akhirnya kandas akibat 6 fraksi DPRD Kab.Barru. Semestinya Dewan tidak cepat memutuskan untuk menolak pembangunan Stadion tersebut. Padahal Stadion dambaan kita sebagai penghargaan, dimana lahir sosok macan Bola dari Barru, PSM sudah melabeli dirinya sebagai wija ramang, patung ramang sudah diabadikan dilosari, tapi kenapa stadion ramang tidak bisa dihadirkan dibarru, kata Samsuryadi

Sebelumnya 6 Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barru menolak pembangunan Stadion yang rencannya berlokasi di Lajulo,Kelurahan Sepee, Kecamatan Barru,Kabupaten Barru.

6 Fraksi itu menurut Anggota DPRD Barru dari Fraksi DPRD Barru Rifai Muin menolak pembangunan tersebut karena masih banyak kebutuhan lain yang dianggap prioritas.

Juga kata Rifai, terkait angka kemiskinan di Barru yang perlu perhatian  dibanding pembangunan stadion.

Samsuryadi melanjutkan, sejatinya proses pembangunan stadion ramang jangan di tolak, pembangunannya bisa dilakukan fase perfase, nanti kalau stadion sudah jadi, peruntukannya tidak hanya untuk sepakbola saja, tapi PORDA SULSEL pun Barru bisa jadi tuan Rumah, Kalau alAndi Muh Rum Bisa buat Pelabuhan dan pasar, Andi Idris bisa Buat alun-alun dan Islamic Center di Zamannya, Kenapa Suardi saleh tidak bisa bangun Stadion sebagai icon Barru yang lebih Maju. tutup mantan ketua HMI cabang Barru 2015-2016 ini. (Pers HMI)

Minggu, 30 September 2018

HMI MPO, GAPPEMBAR, KEMBAR, DAN HOMEBASE AKSI PEDULI PALU

foto perhitungan dana kemanusiaan untuk palu pasca aksi 

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi peduli sulawesi tengah melakukan penggalangan dana di kota barru, tepatnya pukul 10.00 wita sampai dengan 13.00 wita, aksi yang diberi nama gerakan peduli sulteng ini dilaksanakan oleh HMI MPO Cabang Barru, GAPPEMBAR Kom II Barru, Kerukunan Mahasiswa Barru (KE-M-BAR) dan komunitas HOMBASE Kota Barru.
Muhammad Reski selaku koordinator Aksi menyampaikan bahwa kgiatan ini adalah aksi damai yang dirangkaikan long mars ke tugu payung, open donasi, penggalangan dana, serta orasi ilmiah.
Ketua cabang HMI MPO ini juga menyampaikan rasa terimakasih kepada seluruh pengguna jalan yang telah menyempatkan menyumbangkan donasi hingga terkumpul lebih 4 juta rupiah dalam kurung waktu 3 jam, Selanjutnya donasi ini akan kami teruskan ke Kota palu melalui jalur PB HMI yang juga melakukan open donasi bersama seluruh cabang HMI seindonesia,lanjutnya.
Awi perwakilan Kerukunan Mahasiswa Barru (KEMBAR), menyampaikankegiatan ini di fokuskan di perempatan lampu merah kota barru, dan pasar sentral mattirowalie, kami juga memohon maaf kepada pengguna jalan atas aksi ini jika kami melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban. kegiatan ini semata-mata demi mewujudkan persaudaraan dan rasa kemanusiaan untuk saudara kita di sulawesi tengah yang terkena dampak tsunami dan gempa, tutup awi.

Selasa, 01 Mei 2018

HMI Cabang barru resmi dilantik 2018-2019 resmi dilantik

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Barru masa pengurusan 2018-2019 resmi dilantik, Selasa (1/5/2018).
Pelantikan ini sekaligus digelar Intermediate Training se-Indonesia Timur bertema “HMI sebagai kiblat intelektual mahasiswa ikhtiar mewujudkan HMI sebagai aset bangsa berkemajuan” yang digelardi Baruga Bola Sobae, Jalan Sultan Hasanuddin, Barru.

“Hari ini kami dilantik langsung oleh Sekjen PB HMI MPO Najamuddin Arfah sekaligus pembukaan intermediate training se Indonesia Timur,” kata Sekretaris HMI MPO Cabang Barru, Muh. Iqbal
Iqbal mengatakan, pengurus yang dilantik ini harus merawat nilai-nilai pengkaderan, sehingga dapat melahirkan kader-kader intelektual dan menjadi aset bangsa ke depan.
Adapun peserta Intermediate Training ini banyak diikuti peserta dari luar daerah. Bahkan pada kesempatan ini, turut dihadiri mantan Ketua Badko HMI Indonesia Timur Jamal Passalowongi.  
Terkhusus untuk kegiatan training ini akan dilaksanakan hingga 8 Mei mendatang, peserta berasal dari Pangkep, Kendari, Majenne dan juga Barru sendiri,” ucapnya.

Bawa materi di LK II ANDI ARIADI ingatkan peserta jangan plagiat.


Rabu 2 mei 2018, Andi ariadi membawa materi di LK II HMI Se Indomesia Timur,
salah satu materi yang di uraikan yakni metode penulisan karya ilmiah,  materi ini merupakan bekal bagi semua mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat akhir, sasaran sesungguhnya pada proses penulisan karya ilmiah hanya ada tiga yaitu data, referensi, dan informasi.
Sehingga alasan kita mengangkat sebuah judul bisa menggunakan variabel objektif.
dalam pesannya andi ariadi yang juga mantan ketua bem STIA al gazali Barru ini mengingatkan mahasiswa jangan plagiat, opini kita jauh lebih naik daripada plagiat.
Kegiatan LK II intermediate training ini dihadiri dari kendari, pangkep, majene dan cabang barru berjumlah 20 peserta.